<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-327423719363999282</id><updated>2012-02-16T03:31:13.692-08:00</updated><category term='Info'/><category term='PENDIDIKAN'/><category term='BERWIRAUSAHA'/><title type='text'>KREATIVE RANTAU</title><subtitle type='html'>walaupun sebagai anak rantau, kita mesti terus berkarya untuk diri sendiri dan orang lain.</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://bang-wahid.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/327423719363999282/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bang-wahid.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>bang wahid</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17326816863512695480</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>4</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-327423719363999282.post-4295825939725277522</id><published>2012-01-20T07:25:00.000-08:00</published><updated>2012-01-20T07:29:51.474-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='BERWIRAUSAHA'/><title type='text'>BERWIRAUSAHA</title><content type='html'>&lt;h3 class="post-title entry-title"&gt;&lt;a href="http://tnt-warehouse.blogspot.com/2011/12/gagasan-kreatif-wirausahawan-muda.html"&gt;Gagasan Kreatif Usaha Tahu Tempe&lt;/a&gt;&lt;/h3&gt;&lt;div class="postmeta-primary"&gt;&lt;span class="meta_date"&gt;Kamis, Desember 01, 2011&lt;/span&gt;  &amp;nbsp;&lt;span class="meta_author"&gt;Tahu Tempe&lt;/span&gt;  &amp;nbsp;&lt;span class="meta_comments"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-PFaLfCLy-5I/TthKzHuwHoI/AAAAAAAABBI/VDIwNPWYk9M/s1600/presentasi3.JPG" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://3.bp.blogspot.com/-PFaLfCLy-5I/TthKzHuwHoI/AAAAAAAABBI/VDIwNPWYk9M/s320/presentasi3.JPG" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Program  magang nasional sektor tahu tempe yang dihelat bersama antara  Kementrian Koperasi dan Mercycorps Indonesia akan segera berakhir dan  ditutup pada 6 Desember 2011. Kegiatan yang sudah berlangsung selama  satu bulan tersebut berjalan dengan cukup lancar melalui berbagai  kegiatan baik yang bersifat teoritis maupun aplikasi lapangan. meski tak  sepenuhnya mudah, para peserta yang sebagian besar tak lain adalah  putra putri perajin tahu dan tempe terlihat berusaha menyerap berbagai  materi yang diberikan untuk memantapkan keyakinan bahwa sektor tahu  tempe bisa jadi pilihan usaha yang memiliki prospek sangat potensial,  terutama bila mampu dikelola dengan pendekatan yang lebih segar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam acara presentasi proposal usaha yang dilaksanakan di kantor  kementrian koperasi (1/12/11), para peserta yang dibagi dalam beberapa  kelompok, masing-masing menyampaikan gambarannya terkait berbagai bentuk  usaha yang bisa jadi pilihan kedepan dengan berbagai perhitungan dan  rencana yang diupayakan sematang mungkin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebanyak 20 peserta yang hadir dalam kesempatan tersebut tampak  bersemangat dan saling "serang" atas masing-masing presentasi yang  disampaikan penyaji pada sesi dialog. berbagai ide usaha yang bahkan  terdengar "asing" di telinga pun mencuat dalam sesi tersebut, semisal  ide usaha produk tempe aneka rasa, chocolate tempe, juice tempe, kripik  tahu underdog hingga one stop tempe dan produksi tempe generasi 2.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tempe aneka rasa merupakan terobosan menarik yang coba kami kembangkan,  mengingat saat ini banyak sekali jenis-jenis makanan olahan dari hasil  pengembangan makanan yang sebelumnya sudah ada. membuat tempe dengan  rasa coklat bisa jadi pilihan yang akan menarik perhatian konsumen anak  muda dan masyarakat pada umumnya untuk mencobanya", kata seorang penyaji  membeberkan latar belakang usaha dalam presentasi proposalnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-UMsXe9ou1BY/TtcIITpiifI/AAAAAAAABA4/xGE_0F0g77s/s1600/presentasi.JPG" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://2.bp.blogspot.com/-UMsXe9ou1BY/TtcIITpiifI/AAAAAAAABA4/xGE_0F0g77s/s320/presentasi.JPG" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;Menanggapi  feedback forum yang mengkritik idenya sebagai hal yang kurang cocok  untuk produk olahan tempe, sang penyaji pun menambahkan bahwa inovasi  dan penelitian akan tetap bisa dikembangkan karena saat ini mereka ingin  lebih terkonsentrasi pada cetusan ide dasar pengembangan usaha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muncul juga dalam forum tersebut cetusan ide produksi kripik tahu dengan  brand underdog. entah apa maksud dari pemakaian kata underdog tapi yang  jelas proposal usaha tersebut lebih memusatkan perhatian pada produksi  kripik dari bahan dasar yang diambil dari ampas tahu. menurut  penggagasnya, usaha ini meski tak besar bisa menjadi pilihan cukup  taktis karena biasanya ampas tahu hanya digunakan untuk pakan ternak  atau bahkan dibuang begitu saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"jika kita bisa memanfaatkan ampas tahu menjadi produk yang bisa  bernilai ekonomi tentu hal tersebut akan sangat baik, karena tentu bahan  dasar kripik akan bisa kami daptkan dengan mudah dan murah, bahkan  gratis", ujar sang penyaji.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedikitnya 9 kelompok dengan jenis proposalnya masing-masing mencoba  menyampaikan presentasinya pada forum yang merupakan hari terakhir dari  program magang tersebut. Selain memberi berbagai gambaran usaha dan  prospeknya, dalam kaitan tersebut para penyaji tak ketinggalan  menyampaikan analisa usaha yang direncanakannya seperti mengenai volume  produksi, investasi, penyusutan dan pendapatan. Meski tak semuanya  mengajukan konsep dengan cukup baik, tapi Drs. Sanata, instruktur bidang  perkoperasian dan kewirausahaan Kemenkop, dengan terus terang memuji  semangat dan gairah kreatifitas peserta yang sedikit banyak telah  memahami alur usaha yang lebih terencana dan matang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sudah sepatutnya kita memperhitungkan berbagai aspek dari setiap usaha  yang dijalani, dimana kematangan dalam menentukan produk, bidikan market  dan manajemen keuangan menjadi sedemikian krusial untuk diperhatikan",  kata Sanata. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-bddxMb2b5vg/TthKyNQMKRI/AAAAAAAABBA/dPbNDwyY_F0/s1600/presentas2i.JPG" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="213" src="http://3.bp.blogspot.com/-bddxMb2b5vg/TthKyNQMKRI/AAAAAAAABBA/dPbNDwyY_F0/s320/presentas2i.JPG" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;Dalam  review yang disampaikannya atas keseluruhan presentasi peserta, beliau  memberi catatan yang harus benar-benar menjadi perhatian wirausahawan  muda, bahwa selama ini sebagian besar usaha-usaha kecil seringkali tidak  jeli dalam mendiskripsikan bentuk usaha secara spesifik ditambah  manajemen keuangan yang masih sering asal-asalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jenis usaha yang dijalankan harus jelas. misalnya usaha tempe rasa,  harus jelas rasa apa saja yang hendak dikembangkan. tidak bisa hanya  dengan deskripsi aneka rasa karena hal tersebut juga berkaitan dengan  bahan-bahan yang akan dipakai dalam proses produksi, dan karenanya juga  seluruh potensi pengeluaran dalam proses usaha harus dengan detail  dicantumkan seperti gaji karyawan dan transportasi karena hal ini  terkait dengan biaya produksi dan perhitungan laba nantinya", tambahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu Ibu Mira dari Swisscontact sempat menanggapi diskusi  peserta dengan memberi saran digunakannya forum-forum jejaring sosial  yang marak sekarang ini. dicontohkannya kasus keripik Mak Icih yang  meroket omsetnya melalui promosi gratis dengan memanfaatkan jejaring  sosial seperti facebook dan twitter.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"usaha promosi menantang kita dengan terobosan atas berbagai kemungkinan  jalan yang bisa ditempuh untuk memperkenalkan produk. dan pemanfaatan  jejaring sosial menjadi pilihan yang sangat murah bahkan gratis untuk  ikut mendorong peningkatan usaha kita", ungkap Mira.&lt;/div&gt;&lt;h3 class="post-title entry-title"&gt;&lt;a href="http://tnt-warehouse.blogspot.com/2011/11/magang-usaha-bagi-putra-putri-perajin.html"&gt;Melanjutkan Estafet Tahu Tempe:  Magang Usaha Bagi Putra-putri Perajin&lt;/a&gt;&lt;/h3&gt;&lt;span class="meta_comments"&gt;&lt;a href="http://tnt-warehouse.blogspot.com/2011/11/magang-usaha-bagi-putra-putri-perajin.html#comment-form"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;  &lt;br /&gt;&lt;div class="post-body entry-content"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-C1Hi9w-SeRs/TrdYOWZIO9I/AAAAAAAAA2Q/uKk0X-AgMDY/s1600/DSCF4287.JPG" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://4.bp.blogspot.com/-C1Hi9w-SeRs/TrdYOWZIO9I/AAAAAAAAA2Q/uKk0X-AgMDY/s320/DSCF4287.JPG" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam  upayanya membangun mental kewirausahaan di kalangan muda dan membuka  peluang kerja, Kementrian Koperasi dan UKM membuka Program Magang Dan  Gelar Informasi Pendidikan Perkoperasian Indonesia 2011 digedung SMESCO  Jl. Gatot Subroto, Jakarta (1/11/11).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Deputi pengembangan SDM Agus Muharam mengatakan, program ini merupakan  solusi yg ditawarkan pemerintah untuk mengatasi pengangguran, serta  mendorong kewirausahaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurutnya, program hasil kerjasama pemerintah dan swasta ini akan  mendidik mahasiswa dan pemuda secara langsung di berbagai perusahaan,  yang akan berguna jika mereka nanti masuk dunia kerja sebagai wirausaha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agus muharam juga menjelaskan, hal itu untuk menjembatani kekosongan  antara dunia pendidikan dengan dunia kerja, serta keinginan pemuda untuk  memulai usaha baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Program T&amp;amp;T MercyCorps Indonesia yang juga ambil bagian dalam  kemitraan acara tersebut telah mengkoordinasikan sedikitnya 20 orang  peserta yang hampir seluruhnya adalah putra-puteri perajin tahu tempe di  wilayah Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sebagian besar peserta magang yang kita tangani adalah potensi calon  penerus usaha tahu dan tempe. Kita berharap mereka benar-benar serius  untuk mengikuti program ini sehingga nantinya usaha tahu tempe dapat  berkembang dengan pendekatan usaha baru yang lebih segar, dengan  manajemen usaha yang rapih dan berwawasan enterprenership yang mantap",  demikian disampaikan Yuyu Rahayu dari Tim T&amp;amp;T.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-5oJPNJDuNlQ/TrdYmQRmWNI/AAAAAAAAA2Y/4bvKy4zLmHU/s1600/DSC00931.JPG" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://2.bp.blogspot.com/-5oJPNJDuNlQ/TrdYmQRmWNI/AAAAAAAAA2Y/4bvKy4zLmHU/s320/DSC00931.JPG" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;Seusai  pembukaan, acara yang sedianya akan berlangsung selama sebulan penuh  dan diikuti oleh kurang lebih 250 peserta tersebut diserahkan  penanganannya kepada masing-masing pendamping magang. Bidang usaha tahu  tempe yang di-lead langsung Tim T&amp;amp;T sendiri memulai acara orientasi  dan pelatihan di ruang pertemuan kantor KOPTI Jakarta Selatan (3/11/11).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari pertama pelatihan yang menghadirkan Pak Ade (Swiss Contact),  Sutaryo (KOPTI Jakarta Selatan) dan MercyCorps sendiri berlangsung cukup  lancar. Pak Ade yang memulai paparannya tentang kewirausahaan dengan  menunjukkan sebuah rekaman video yang dicapture dari sebuah siaran  televisi, menekankan pada upaya kreatif untuk menangkap peluang usaha  dari lingkungan sekitar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kalau kita jeli sebenarnya kesempatan membuka usaha tersedia di  lingkungan kita. Meski mungkin dimulai dengan skala yang kecil, tapi  jika dilakukan dengan kapasitas manajemen yang baik, usaha tersebut bisa  berkembang dengan potensi profit yang menjanjikan", demikian papar Pak  Ade.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu Sutaryo, kepala bidang usaha Kopti Jakarta Selatan  meyakinkan peserta akan potensi besar yang ada dalam usaha tahu tempe.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tahu dan tempe harus dikelola dengan terobosan-terobosan yang baru.  Bekal pendidikan yang anda miliki misa menjadi modal mengembangkan usaha  ini menjadi lebih maju", demikian dikatakan Sutaryo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya materi pola produksi bersih yang disampaikan M. Ridha  kembali mengajak pada perubahan prilaku produksi sebagaimana selama ini  diterapkan pada produksi tahu dan tempe. Dengan melakukan perubahan  prilaku produksi, selain produk menjadi meningkat kualitasnya, hal  tersebut akan memberi sumbangan penting bagi tumbuhnya usaha tersebut  sebagai peluang bisnis yang menjanjikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-QX9Zq0JcuOU/TrdZo4OZb5I/AAAAAAAAA2k/0ptqwTdYj1Y/s1600/DSC00951.JPG" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://2.bp.blogspot.com/-QX9Zq0JcuOU/TrdZo4OZb5I/AAAAAAAAA2k/0ptqwTdYj1Y/s320/DSC00951.JPG" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Gatot  Syafdiono dari program OWOF MercyCorps yang digandeng T&amp;amp;T untuk  menyuntikkan materi manajemen keuangan usaha menutup hari pertama  pelatihan tersebut dengan berbagai pendekatan dinamika kelompok. Dengan  pendekatan ini diharap materi pelatihan akan berlangsung aktif dan  mendorong partisipasi peserta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Melalui study kasus dan permainan, materi akan lebih mudah terserap  oleh teman-teman, selain mengatasi dapat kejenuhan", kata Gatot di  sela-sela pelatihan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orientasi dan Pelatihan hari pertama Magang tahu tempe tersebut ditutup  pada pukul 16.00 dan rencananya akan dilanjutkan kembali pada keesokan  harinya. Dari hasil kontrak belajar peserta, materi akan dimulai pada  pukul 9.00 pagi hari hingga 16.00 di tempat yang sama. Penajaman materi  manajemen keuangan usaha pada hari kedua tersebut selanjutnya akan  menjadi bekal bagi peserta sebelum kemudian mereka di"distribusikan" ke  tempat-tempat usaha tahu tempe di wilayah jakarta Selatan sepanjang  bulan november 2011. (&lt;b&gt;Loji&lt;/b&gt;)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sumber :&amp;nbsp; &lt;/div&gt;http://tnt-warehouse.blogspot.com/2011/11/magang-usaha-bagi-putra-putri-perajin.html&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/327423719363999282-4295825939725277522?l=bang-wahid.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bang-wahid.blogspot.com/feeds/4295825939725277522/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bang-wahid.blogspot.com/2012/01/berwirausaha.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/327423719363999282/posts/default/4295825939725277522'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/327423719363999282/posts/default/4295825939725277522'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bang-wahid.blogspot.com/2012/01/berwirausaha.html' title='BERWIRAUSAHA'/><author><name>bang wahid</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17326816863512695480</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-PFaLfCLy-5I/TthKzHuwHoI/AAAAAAAABBI/VDIwNPWYk9M/s72-c/presentasi3.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-327423719363999282.post-4492958965919157840</id><published>2012-01-19T07:58:00.000-08:00</published><updated>2012-01-19T07:58:51.396-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Info'/><title type='text'>Info</title><content type='html'>Anda punya blog...mau pasang iklan Publisher ga usah bingunggggggg segera buka situs ini http://hotpublisher.org tinggal dartar/register lalu masukin code...pasang deh iklan di blog kamu...gampang kan&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/327423719363999282-4492958965919157840?l=bang-wahid.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bang-wahid.blogspot.com/feeds/4492958965919157840/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bang-wahid.blogspot.com/2012/01/info.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/327423719363999282/posts/default/4492958965919157840'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/327423719363999282/posts/default/4492958965919157840'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bang-wahid.blogspot.com/2012/01/info.html' title='Info'/><author><name>bang wahid</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17326816863512695480</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-327423719363999282.post-1605830714368705311</id><published>2012-01-17T18:39:00.000-08:00</published><updated>2012-01-19T08:12:47.101-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='PENDIDIKAN'/><title type='text'>Pendidikan Anak Uia Dini</title><content type='html'>Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional mengamanatkan antara lain bahwa  "warga negara yang memiliki potensi kecerdasan dan bakat istimewa  berhak memperoleh pendidikan khusus" (Pasal 5, ayat 4). Di samping itu  juga dikatakan bahwa "setiap peserta didik pada setiap satuan pendidikan  berhak mendapatkan pelayanan pendidikan sesuai dengan bakat, minat dan  kemampuannya" (pasal 12, ayat 1b). Hal ini pasti merupakan berita yan  gmenggembirakan bagi warga negara yang memiliki bakat khusus dan tingkat  kecerdasan yang istimewa untuk mendapat pelayanan pendidikan  sebaik-baiknya.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-1wRI8pqwvKA/TxhA287aZaI/AAAAAAAAAAY/raUpFQNtnCI/s1600/images.jpeg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/-1wRI8pqwvKA/TxhA287aZaI/AAAAAAAAAAY/raUpFQNtnCI/s1600/images.jpeg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;h1 class="post_title"&gt;Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD)&lt;/h1&gt;Program studi PAUD dibentuk dengan pertimbangan bahwa masyarakat   Indonesia dewasa ini sedang berada dalam kondisi moral dan mentalitas   yang memprihatinkan, yang menjadi akar dari kompleksitas persoalan   bangsa. Perbaikan terhadap kondisi moral dan mentalitas kolektif bangsa   Indonesia perlu dilakukan melalui pendidikan bagi generasi penerus  sejak  usia dini. Karena itu, perhatian terhadap pendidikan anak usia  dini  mejadi suatu keharusan dalam upaya mempersiapkan generasi penerus  yang  dapat membawa kehidupan bangsa ke arah perbaikan yang bermatabat.&lt;br /&gt;Masyarakat  sendiri sudah tampak menyadari pentingnya pendidikan anak  usia dini.  Hal ini terlihat dari berkembang pesatnya lembaga-lembaga  pendidikan  bagi anak-anak usia balita seperti kelompok bermain (play  group),taman  kanak-kanak dan sekolah dasar, baik yang dikelola yayasan  maupun  berbagai lembaga keagamaan. Pendidikan anak usia dini sendiri  tidak  ditekankan semata kepada pemberian stimulus pengayaan pengetahuan  anak,  tetapi lebih diarahkan kepada pengembangan potensi dan daya  kreatifitas  anak, dan yang sangat penting adalah pada pembentukan sikap  mental dan  kepribadian anak yang berlandaskan pada nilai-nilai ajaran  agama. Hal  itu semua akan menjadi pondasi bagi perkembangan watak dan  kepribadian  anak sampai mereka dewasa dan siap menjalankan berbagai  peran  kemanusiaan. Program PAUD diarahkan untuk mempersiapkan para  pendidik,  guru, praktisi dan konsultan di bidang pendidikan anak usia  dini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Meskipun pemerintah mencanangkan wajib  belajar 9 tahun yang baru dimulai pada usia SD (6 tahun), sebenarnya  masa-masa sebelum itu (usia baru lahir hingga 6 tahun) merupakan masa  emas dalam pertumbuhan anak. Perkembangan otak mereka bahkan dikatakan  dapat mencapai 80% pada masa ini. Karena itu, pentingnya pendidikan anak  usia dini perlu Bunda sadari agar Bunda dapat memanfaatkan masa emas  dalam pertumbuhan si kecil.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pendidikan anak usia dini terutama  menekankan pada kemampuan anak untuk membangun hubungan emosional yang  terdiri atas tiga pilar utama. Hubungan dengan sesama (interpersonal),  hubungan dengan diri sendiri (intrapersonal), serta hubungan dengan  Tuhan (transendental). Segitiga tersebut akan membentuk karakter anak  yang tercermin dari cara ia berperilaku dan berpikir hingga dewasa  kelak.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Selain itu, pendidikan anak usia dini  juga meliputi tahap perkembangan fisik, yaitu pelatihan koordinasi  motorik kasar maupun halus; serta pengasahan kecerdasan, seperti daya  pikir dan kreativitas. Dengan pendidikan usia dini, anak-anak juga akan  belajar mengembangkan kemampuan berbahasa dan berkomunikasi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Begitu pentingnya pendidikan anak usia  dini, kini semakin banyak negara di berbagai belahan dunia yang  menerapkannya demi melahirkan sumber daya manusia yang berkualitas.  Namun, bukan berarti Bunda harus mendaftarkan si kecil di sekolah yang  mahal. Pendidikan dini juga bisa Bunda terapkan di rumah, asalkan Bunda  memiliki waktu yang cukup dan giat mencari berbagai alternatif cara  untuk menerapkan pendidikan dini bagi sang buah hati.&lt;/div&gt;Langkah terpenting dalam membimbing si  kecil adalah dengan mengenali potensinya terlebih dulu. Sebagaimana yang  dikemukakan oleh Howard Gardner, setiap anak memiliki banyak bentuk  kecerdasan dengan porsi yang berbeda-beda. Kecerdasan ini terdiri atas  delapan jenis utama, yaitu musik, kinestetik, matematik, linguistik,  spasial, natural, interpersonal, dan intrapersonal. Setelah Bunda  mengenali bidang mana yang sekiranya paling dikuasai anak, Bunda pun  akan bisa membantu mengoptimalkannya.lihat http://www.ibudanbalita.com/pojokcerdas/pentingnya-pendidikan-anak-usia-dini&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/327423719363999282-1605830714368705311?l=bang-wahid.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bang-wahid.blogspot.com/feeds/1605830714368705311/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bang-wahid.blogspot.com/2012/01/colors-text-ads.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/327423719363999282/posts/default/1605830714368705311'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/327423719363999282/posts/default/1605830714368705311'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bang-wahid.blogspot.com/2012/01/colors-text-ads.html' title='Pendidikan Anak Uia Dini'/><author><name>bang wahid</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17326816863512695480</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-1wRI8pqwvKA/TxhA287aZaI/AAAAAAAAAAY/raUpFQNtnCI/s72-c/images.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-327423719363999282.post-5858316381543177260</id><published>2012-01-09T08:47:00.001-08:00</published><updated>2012-01-09T08:47:35.450-08:00</updated><title type='text'>Berita</title><content type='html'>&lt;strong&gt;KOMPAS.com &lt;/strong&gt;- Bisnis spa menjamur di berbagai kota di  Indonesia. Peminatnya bukan hanya perempuan, namun juga laki-laki.  Pebisnis spa, meski didominasi kaum hawa, juga dilirik kaum pria.  Menurut catatan Martha Tilaar Salon Day Spa (MTSDS), 40 persen pebisnis  laki-laki tertarik menjalani &lt;em&gt;franchise &lt;/em&gt;MTSDS, sisanya, 60 persen merupakan &lt;em&gt;franchisee&lt;/em&gt; perempuan. Meski begitu spa Indonesia masih harus berjuang untuk semakin dikenal di dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak  hanya di Jawa dan Bali, perawatan spa juga semakin digemari di daerah  lainnya, seperti Aceh, Lampung, Medan, Balikpapan, Banjarmasin.  Perawatan spa juga semakin berkembang tak hanya perawatan spa ala Jawa  dan Bali, tapi juga perawatan spa yang mengadopsi perawatan kecantikan  dari berbagai daerah seperti Kalimantan. MTSDS dan Andaru Spa  mengembangkan konsep spa Indonesia ini, dengan menghadirkan perawatan  spa mengadopsi berbagai teknik dan ritual perawatan tubuh dari berbagai  daerah di Indonesia, tak terbatas pada Jawa dan Bali saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski  spa menjamur, bahkan Bali kembali dinobatkan sebagai Spa Capital of The  World, mereka yang tampil menerima penghargaan spa terbaik, tetap bukan  dari Indonesia. "Pemenang spa award 2011 tingkat dunia bukan dari  Indonesia. Perawatan spa Bali mendapatkan penghargaan, namun bukan orang  Indonesia yang mewakili," jelas Wulan Tilaar saat jumpa pers peluncuran  MTSDS Cinere beberapa waktu lalu.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;Tak ada standarisasi&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Setiap  penyedia layanan spa memiliki standarisasi masing-masing dalam  memberikan perawatan spa. Spa premium menyediakan konsep perawatan yang  tak hanya memerhatikan prosedur teknik pijatan yang baik dan benar,  namun juga memberikan kenyamanan dan higienitas ruangan dan perlengkapan  spa. Perawatan sapa dikembangkan dengan menggali warisan budaya dan  ritual tradisi perawatan kecantikan perempuan Indonesia. Tak heran jika  kemudian penggemar spa perlu mengeluarkan anggaran lebih tinggi untuk  menikmati spa premium ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara, jika harga menjadi  pertimbangan Anda dalam memilih perawatan spa, tak sedikit penyedia jasa  spa yang memberikan alternatif biaya lebih murah. Kenyamanan tetap  diutamakan, namun penggalian perawatan tak mendalam seperti spa  Indonesia misalnya. Fokus utama kebanyakan spa yang mematok harga  terjangkau boleh jadi adalah rileksasi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika konsep spa level  medium ini masih juga belum memuaskan dari segi harga, banyak juga spa  yang mematok harga murah. Teknik pijatan dan kenyamanan bukan menjadi  tujuan. Memberikan jasa spa karena sedang menjadi primadona bukan  mustahil menjadi alasan berdirinya berbagai penyedia jasa spa dengan  biaya murah ini. Standarisasinya pun berbeda, bergitupun dengan teknik  pijatan dan cara memperlakukan tamunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pilihan tentu kembali  kepada Anda. Namun di balik berbagai pilihan ini, masalah utamanya  terletak pada tak adanya standarisasi yang mengatur bagaimana seharusnya  penyedia jasa spa beroperasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Pemerintah Thailand sangat  mendukung industri spa," tutur Wulan yang juga tak ingin melemparkan  masalah kepada pihak manapun. Wulan hanya ingin menegaskan, Indonesia  butuh standarisasi industri spa, termasuk juga sertifikasi terapis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak  adanya standarisasi nasional untuk jasa spa, membuat MTSDS selalu  merekrut terapis dari pusat pelatihan terapis Balisari Spa &amp;amp;  Training Center untuk setiap gerai spa baik di enam cabang maupun di 43  gerai waralaba. "Terapis tak hanya harus mengikuti prosedur pemijatan,  namun juga bagaimana menyiapkan ruangan , melipat handuk, membalikkan  tubuh klien, tidak hanya &lt;em&gt;skill t&lt;/em&gt;api juga perilaku menjamu tamu.  Terapis spa juga perlu memahami anatomi tubuh, kontraindikasi dari  suatu perawatan, perawatan ibu hamil beda dengan ibu tak hamil, begitu  juga perawatan spa penderita diabetes juga berbeda," jelas Wulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak  adanya keseragaman standar perawatan spa Indonesia inilah yang akhirnya  membuat spa Indonesia masih perlu bekerja keras untuk mendapat  pengakuan dunia. Meski spa Bali sudah akrab bagi penggemar spa di  seluruh dunia, namun spa Indonesia masih perlu menunjukkan ragam  keunikannya di panggung dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber :&lt;br /&gt;http://female.kompas.com/read/2012/01/09/23013720/Mengapa.Spa.Indonesia.Belum.Punya.Nama&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/327423719363999282-5858316381543177260?l=bang-wahid.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bang-wahid.blogspot.com/feeds/5858316381543177260/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bang-wahid.blogspot.com/2012/01/berita.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/327423719363999282/posts/default/5858316381543177260'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/327423719363999282/posts/default/5858316381543177260'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bang-wahid.blogspot.com/2012/01/berita.html' title='Berita'/><author><name>bang wahid</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17326816863512695480</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
