Artikel Terbaru :
SELAMAT DATANG di Blog Anaka Rantau ini, ini adalah sebuah blog sederhana ya semoga bisa bermamfaat buat kita semua

Senin, 02 April 2012

CAMPUS

Di Amerika, Gelandangan & Pengemis Masuk Kampus


Di AmerikaCalifornia- Di pintu masuk losmen di kampus Universitas California Berkeley,USA, para gelandangan dan pengemis mondar-mandir menengadahkan tangan. Mereka keluar masuk kampus dengan leluasa.
Bagi kaum papa ini, sedekah satu-dua dolar sudah berarti. Sebagian mereka adalah kaum kulit putih, lainnya orang kulit hitam atau hispanis. Semuanya meminta-minta. Bagi mereka, Tuhan masih ada, buktinya banyak orang perduli mereka dengn cara melemparkan dolar atau barangnya.
Tembok Universitas California (UC) Berkeley adalah saksi bisu merebaknya kaum gelandangan dan pengemis masuk kampus ini, yang jumlahnya kian bertambah pasca-rezim George Bush yang gemar perang dan terkenal dengan slogan “Amerika Pasti Menang”.
Kaum gelandangan dan pengemis itu seolah merdeka dengan caranya sendiri. Kalau Descartes menyatakan ‘aku berpikir maka aku ada’, maka mereka bersikap, bergaya ‘aku men jadi gelandangan atau gembel, maka aku ada’. Sebab mereka tak mau ganti profesi. Dan mereka asyik semaunya sendiri
“Mereka bahkan punya lawyer untuk membela kepentingan mereka dalam mendapatkan hak–hak dasar, akses ke kampus dan library, juga hak hidup (HAM) dengan cara mereka sendiri. Malah mereka juga punya tabloid atau bulletin untuk mengartikulasikan aspirasi mereka sebagai warga AS yang malang dan marginal,” kata Sirajuddin Abbas, kandidat PhD di UC Berkeley.
Abbas adalah dosen UIN Syarif Hidayatulah Jakarta yang membawa saya ke markas gelandangan itu di sudut remang di antara pepohonan di lingkungan kampus raksasa yang dulu menggerakkan demo-demo menentang invasi AS ke Vietnam dan demo anti Perang Vietnam ini.
Para gelandangan dan pengemis ini terorganisir dan modern, bahkan mereka memiliki ‘kantor’ yang sederhana, memiliki pengacara/lawyer serta diperkuat LSM dan mahasiswa simpatisan. Di kampus-kampus AS seperti Harvard, Stanford, Berkeley sampai San Francisco akan mudah dijumpai fenomenan ini. Semua gelandangan dan pengemis itu adalah manusia yang tak kalah beraktivitas dengan para intelektual dan akademisi, tapi dengan visi-misi dan cara mereka sendiri.
“Mereka marah jika diusir atau diusik dari kampus, mereka langsung bawa pengacara, aktivis LSM dan semacamnya. Mereka seperti kita, hanya secara kelas mereka underclass, underdog. Jumlahnya mungkin ratusan ribu, atau bahkan jutaan di AS,” tambah Abbas.
Krisis kapitalisme di Amerika sudah parah. Kaum menengah merosot dan sekitar 30 juta orang AS yang tak beruntung, nasibnya kian buruk, menjadi gelandangan, pengemis atau sejenisnya. Presiden Barack Obama dan seluruh elite AS tak bisa menyembunyikan rasa malu mereka jika ditanya ‘mengapa makin banyak orang miskin di negeri anda?’.
Setiap kali saya berjalan pada subuh dan malam, untuk menikmati kesunyian, saya sering merasa was was, dan takut jika para gelandangan dan pengemis mendekati saya dan meminta-minta, dengan badan mereka yang tegar, jenggot dan brewok mereka yang lusuh, pakaian mereka yang kumuh, seolah mau ‘merampok.
Karena itu saya hati-hati, apalagi jika saya berpapasan dengan para pemabuk, gelandangan kulit putih yang ”bertubuh besar” dan orang orang negro yang gedebak-gebebuk dengan wajah lusuh, seram dan membawa anjing yang galak. Di Amerika Serikat, jumlah orang yang tinggal di kawasan-kawasan sangat miskin telah bertambah sepertiga selama dasawarsa terakhir.
Dari laporan The Brookings Institution, AS, terungkap bahwa kemiskinan merupakan masalah yang semakin gawat di kawasan Midwest, dimana jumlah orang yang tinggal di komunitas-komunitas sangat miskin hampir tumbuh menjadi dua-kali lipat.
Di Detroit, hampir 1 dari 4 orang tinggal di daerah-daerah miskin yang ditetapkan sebagai daerah paling sedikit 40-persen penduduknya hidup dibawah garis kemiskinan. Lebih jauh ke selatan, komunitas-komunitas di Texas dan Louisiana mencatat kenaikan terbesar dalam jumlah kemiskinan yang serius.
Malahan para pedagang kaki lima di Washington DC banyak berjualan di pinggir jalan utama dekat Mall Museum Washington DC. Tak kalah serunya, ada pula gelandangan dan pengemis yang minta-minta uang senilai ‘one dollar’ dengan imbalan memberikan koran kepada visitor, padahal koran itu gratis dan justru ada di box yang tersedia di halte.
Brookings Institution memperkirakan, antara 2000 dan 2010, kawasan-kawasan sangat miskin di Amerika Serikat telah semakin besar dengan jumlah mencapai lebih dari 2-juta orang.
Biro Sensus mengatakan angka kemiskinan AS sedikit di atas 15 persen, atau jumlah warga miskin menjadi lebih dari 46 juta orang secara nasional. Resesi telah menaikkan persentase orang yang hidup dalam kemiskinan di Amerika Serikat pada 2010 ke tingkat tertinggi dalam tujuh belas tahun.
Menurut Biro Sensus seperti dikutip Voice of America, angka kemiskinan sedikit di atas 15 persen, meningkat 0,7 persen dari tahun sebelumnya. Jumlah total itu naik menjadi lebih dari 46 juta orang secara nasional. Data menunjukkan angka kemiskinan untuk orang Amerika keturunan Afrika meningkat lebih cepat dibanding penduduk lain, yaitu lebih dari 27 persen.
Pemerintah Amerika menganggap keluarga beranggota empat orang tergolong miskin jika pendapatan tahunan mereka di bawah 22.314 dolar AS. Laporan ini menunjukkan dampak resesi yang lebih luas, sementara pendapatan rumah tangga rata-rata turun lebih dari 2 persen antara 2009 dan 2010 (menjadi 49.445 dolar AS). Jumlah gelandangan (tunawisma alias homeless) dan mereka yang meminta bantuan pangan kian meningkat di Amerika.
Survei tentang tingkat kemiskinan di Amerika Serikat menunjukkan semakin banyak orang yang kesulitan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Suvei 29 kota di seluruh Amerika menyebutkan semakin banyak orang yang tidak punya rumah dan hampir semua kota melaporkan peningkatan permintaan bantuan makanan. Menurut data pemerintah, 49 juta rakyat Amerika termasuk kategori miskin di 2010, peningkatan satu persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Amerika memang negeri adidaya, namun gagal mengatasi kemeralaratan dan jurang kaya-miskin warganya yang kian tajam. Amerika mestinya malu pada dirnya sendiri karena mengklaim diri super power, namun gagal mengatasi masalah the powerless people di dalam negerinya.
Jadi, AS itu super power atau super powerless? Yang sudah jelas, Bush atau Obama ‘bukan superman’ dan sering diolok-olok para pengamen di jalanan, atau di pojok stasiun kereta api bawah tanah. Ironis.

SNMPTN 2012 Berubah

Sistem penerimaan mahasiswa baru kampus negeri lewat jalur Program Beasiswa Pendidikan bagi Calon Mahasiswa Berprestasi (Bidik Misi) tahun ini mengalami perubahan. Seluruh rektor perguruan tinggi negeri sepakat mendahulukan pendaftaran jalur beasiswa untuk mencegah penipuan status ekonomi oleh calon mahasiswa.

SNMPTN 2012Sekarang calon mahasiswa yang ingin mengambil program Bidik Misi harus mendaftar dulu sebelum ikut mendaftar Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri 2012 (SNMPTN 2012). Pendaftaran dilakukan melalui jalur undangan kampus, ujian tulis SNMPTN 2012, juga ujian mandiri yang diselenggarakan PTN. Selanjutnya panitia akan langsung memverifikasi status ekonomi pendaftar Bidik Misi. “Tahun lalu ikut SNMPTN 2012 dulu baru Bidik Misi,” kata Ketua Umum Panitia Pelaksana SNMPTN 2012 yang juga Rektor Institut Teknologi Bandung, Akhmaloka, kepada Tempo, Senin 23 Januari 2012.
Sistem pendaftaran lama membuat mayoritas dari 60 PTN kecolongan. Setelah dinyatakan lulus SNMPTN 2012, ternyata ada pendaftar Bidik Misi yang tak pantas menerima beasiswa karena berasal dari keluarga mampu berdasarkan hasil verifikasi tim kampus. Hak beasiswa itu lalu dicabut dan dialihkan ke mahasiswa baru yang benar-benar miskin. “Jumlahnya kecil, tapi seolah-olah jadi ada bangku kosong,” ujar Akhmaloka.
Rektor Universitas Padjadjaran, Ganjar Kurnia, menungkapkan tahun lalu ada 15 mahasiswa baru yang dicabut hak beasiswanya. “Banyak orang yang dimasukkan ke Bidik Misi padahal keluarganya mampu. Ini zalim karena memakan hak orang miskin,” ujarnya.Program Bidik Misi sendiri diluncurkan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan Nasional mulai 2010. Beasiswa untuk lulusan sekolah yang miskin tapi berprestasi itu menggratiskan biaya kuliah hingga lulus. Tahun ini pemerintah menyediakan beasiswa tersebut untuk 30 ribu calon mahasiswa baru di kampus negeri.Menurut Akhmaloka, jumlah kuota dan uang beasiswa dari APBN itu masih sama seperti tahun lalu. “Setiap bulan dapat Rp 1 juta per mahasiswa hingga lulus,” ujarnya. Uang itu untuk biaya kuliah dan hidup sehari-hari.
Jadwal pendaftaran penerimaan mahasiswa baru di kampus negeri dari seluruh jalur, kecuali ujian mandiri, akan serentak dibuka mulai 1 Februari hingga 8 Maret 2012. Hasilnya akan diumumkan pada 25 Mei 2012. Kuota jalur Bidik Misi di tiap kampus negeri berkisar 10-15 persen. Sisanya, sesuai dengan kuota penerimaan mahasiswa miskin, sebanyak 20 persen dari total mahasiswa baru, kata Akhmaloka, harus ditanggung kampus negeri masing-masing.[SNMPTN 2012]Pemerintah berencana mengubah Institut Seni Indonesia dan sekolah tinggi serupa lain menjadi Institut Seni dan Budaya Indonesia. ISI berganti nama itu diharapkan memperkuat pengajaran soal kebudayaan. Namun, rencana itu dinilai tak perlu dilakukan.

ISI berubah nama menjadi ISBI (Institut Seni dan Budaya Indonesia)



ISI berganti namaWacana ISI berganti nama menjadi Institut Seni dan Budaya Indonesia (ISBI) dilontarkan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh beberapa waktu lalu. Hal itu dilakukan sebagai bentuk kepedulian pemerintah terhadap bidang kebudayaan. Namun, Nuh sendiri belum bisa menjabarkan konsep ISBI karena masih akan mencari masukan.
Ketua Forum Guru Besar dan Empu Seni sekaligus Guru Besar Institut Kesenian Jakarta Sardono W Kusumo, Senin (2/1), mengatakan, sebelum melontarkan pembentukan ISBI itu, para rektor ISI dan sekolah tinggi seni lainnya tak pernah diajak bicara. Mereka baru dipanggil Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Bidang Kebudayaan Wiendu Nuryanti setelah ide itu dilontarkan Nuh dalam dialog antarbudayawan dan kalangan akademisi.
Sardono mengatakan, ISI berganti nama menjadi ISBI tak perlu dilakukan karena justru akan membuat rancu. Selama ini ISI sudah melahirkan para pencipta di bidang seni. ”Tidak mudah melekatkan citra ISI sebagai sekolah seni. Rata-rata ISI usianya 40-50 tahun,” katanya.
Ia menilai, ketika kebudayaan dilekatkan pada seni, malah menjadi tidak fokus karena sifat dari institut itu fokus mempelajari bidang ilmu tertentu. ”Kalau ada ISBI, apakah nantinya akan menghasilkan budayawan? Menjadi budayawan itu tidak perlu sekolah khusus,” kata Sardono.
Pilar pendidikan
Institut seni merupakan salah satu dari tiga pilar pendidikan yang dibangun negara, yaitu pendidikan khusus di bidang seni. Pilar pendidikan lain adalah pendidikan teknologi yang diwakili Institut Teknologi Bandung dan Institut Teknologi Surabaya serta ilmu-ilmu lain yang ada di universitas-universitas.
Hal senada diungkapkan Rektor Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta T Slamet Suparno. Ia mengatakan, pembentukan ISBI jangan sampai bertabrakan dengan jurusan ilmu budaya yang ada di universitas-universitas.
Di Indonesia, saat ini ada tujuh institut seni yang besar, yaitu ISI Yogyakarta, ISI Surakarta, ISI Denpasar, ISI Bandung, ISI Padang Panjang, Institut Kesenian Jakarta, dan Sekolah Tinggi Seni Wilwatikta Surabaya.
Sardono mengingatkan, kalau pemerintah ingin mendukung bidang seni dan kebudayaan bukan dengan cara merombak ISI. Pokok persoalan sekarang adalah tidak adanya sekolah menengah seni, yaitu sekolah setingkat SMA yang mengajarkan seni.
Sekolah menengah seni sejak tiga tahun lalu malah diubah menjadi sekolah menengah kejuruan (SMK). SMK memang mengajarkan seni, tetapi bentuknya sudah berupa produk jadi. Siswa tinggal menerapkannya dan tidak diajarkan untuk mencipta kreasi seni.
Keberadaan sekolah menengah seni sangat dibutuhkan untuk mengajarkan seni sejak dini. Karena tidak ada sekolah menengah seni, seseorang yang akan masuk ke ISI tidak memiliki dasar kuat untuk menjadi seniman.


Bookmark and Share
Artikel yang berhubungan :


0 komentar:

Posting Komentar

Jangan Lupa Untuk Memberikan Komentar di Blog ini ya, tentu yang berisfat positif.

MULTI TAB 1

KLIIIK IKLAN DIBAWAH INI peluang usaha Hosting Gratis

click here!

Pasang Banner Disini

MULTI TAB 2

MULTI TAB 3

kONTERA



yuk

MULTI TAB 4

MULTI TAB 5

Sidebar Kanan Tengah

Kirim e-mail anda ya



MULTI TAB 6

klik aja

agagg

Hosting Gratis

Postingan Populer

MULTI TAB 7

Iklan

Kategori

MULTI TAB 8


MULTI TAB 9

MULTI TAB 10

Daftar Blog Saya

MULTI TAB 11

Ganti warna tulisan

Ganti ukuran tulisan




 
KEMBALI KEATAS
') }else{document.write('') } }